Selasa, 13 Juli 2010

Ranai

Aku mengunjungi Ranai sekitar tahun 1997 bersama seorang wartawan yang ditugaskan perusahaan dari Jakarta. Perjalanan ke Ranai kami lakukan melalui jalur udara dari Kota Tanjungpinang dengan pesawat foker 28 selama kurang lebih 1-2 jam.
Bandar udara yang ada di Ranai merupakan bandar udara militer dengan landasan yang tidak terlalu panjang tapi cukup untuk mendaratkan pesawat yang kami tumpangi.
Waktu itu Ranai masih merupakan ibukota kecamatan Natuna - sebuah pulau besar yang berada di ujung timur laut kabupaten Kepulauan Riau sekitar perairan lautan lepas china selatan serta berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat/ Malaysia Timur.
Ranai atau Natuna mencuat namanya karena rencana pengelolaan kandungan gas alam cair (LNG) yang sangat besar yang dikandung oleh perairan Natuna oleh perusahaan besar exxon mobil.
Kawasan darat Ranai masih banyak merupakan area hutan atau tanah bergambut. Pemukiman penduduk masih jarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar