Sabtu, 01 Mei 2021

Bulatkan tekat, murnikan dan iklaskan niat

Firman Alloh SWT :

a)   Wa maaa umiruuu illaa liya’budullaaha mukhlishiina lahud–diina hunafaaa-a wa yuqiimush-sholaata wa yu’tuz–zakaata wa dzaalika diinul–qoyyimah. “Dan tidaklah mereka semua diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan tulus ikhlas, semata-mata karena menjalankan agama juga agar melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan itulah agama yang lurus (benar). (QS Al Bayyinah 5)

b)  Firman Alloh SWT :  Inna anzalna ilaikal kitaba bilhaq, fa’budillah mukhlishol lahud diin. “Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.”(Q.S Az-Zumar[39]: 2)

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam 

a)  Ya Ayyuhannas kholishu a’malakum lillah, fainnallaha laa yaqbalu minal a’mal illa ma kholasha lah. “Hai manusia bertulus ikhlaslah kamu akan segenap amal yang dikerjakan karena sesungguhnya Allah tidak menerima sesuatu amalan, kecuali dikerjakan karena Allah semata-mata.( Al –Bashrah ).

b)  Innamal a’malu binniyat walikullimriin ma nawa, faman kana hijrotuhu ilallaha wa rasulihi fahijratuhu ilallaha wa rasulihi waman kana hijratuhu ilad dunya yushibuha au imroatiy yunkihuha fahijratuhu ila ma hajaro ilaihi. “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Hal-hal yg perlu kita lakukan agar selalu dan terus iklas : 

a)  Menguatkan hati utk selalu iklas; 

b)  Selalu berfikir positif/ tidak suudhon; 

c)  Bergaul dengan orang yang bertakwa; 

d)  tidak berharap pujian/ balasan dari amalnya; 

e)  segera melupakan amalannya

f)  Memohon iklas kepada Alloh, takut amalnya tdk diterima robbana taqobbal minna innaka antas sami'ul'alim

g). Menjauhi Sifat Riya’  Sum’ah Ujub 

* Riya ialah melakukan ibadah dengan tujuan dilihat oleh manusia dg maksud mencari pengagungan, pujian, harapan

*  Sum’ah adalah amalan yang dilakukan dalam rangka agar didengar orang lain, misalnya memperdengarkan bacaan Al-Qur’an atau yang lainnya. 

* Ujub yaitu perasaan bangga terhadap diri sendiri atas kemampuan yang dimiliki secara berlebihan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar