Tampilkan postingan dengan label World Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World Journey. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Agustus 2010

Boyolali

Ditinjau dari asal katanya, Boyolali terdiri atas kata Boyo dan Lali. Boyo adalah buaya dan lali mengandung arti lupa. Mungkin dulu kala ada buaya yang sempat melancong hingga daerah ini dan kemudian lupa untuk kembali ke habitatnya.
Kota Boyolali terletak diantara Solo - Salatiga. Kota ini juga mempunyai jalur pintas ke Jogja melalui Kota Klaten.
Kota Boyolali terkenal akan susu sapi segarnya.
pemandangan indah puncak gunung merbabu dapat dilihat dari kota Boyolali.

Salatiga

Kota Salatiga terletak di antara Ungaran, Semarang dan Boyolali, Solo. Kota ini cukup terkenal karena memiliki perguruan tinggi yang cukup besar dan terkenal - namanya Universitas Satya Wacana. Kota Salatiga berada dikaki gunung Merbabu sehingga sebagian wilayahnya dijadikan area wisata karena hanyanya yang cukup dingin.
Sebagian wilayah Salatiga yang lain berada di pinggir danau yang cukup luas dan dijadikan untuk tempat pendidikan polisi/ tentara.
Perjalanan dari Ungaran ke Salatiga memakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam.
Selain dapat didekati dari Ungaran dan Boyolali, Kota Salatiga dapat juga dicapai dari Magelang.

Tegal

Nama tegal tidak asing di telinga masyarakat jawa. "Warteg" adalah akronim dari warung tegal. Warung yang mungkin pada awal dahulunya banyak didirikan dan dikelola oleh warga tegal perantauan. Para pekerja, anak sekolahan yang merantau dan sering dinamai "orang/ anak kosan" biasanya sering nongkrong di Warteg untuk mengisi perutnya yang sedang keroncongan. Maklumlah Warteg terkenal murahnya.
Kota Tegal berada di sebelah barat Kota Pekalongan dengan jarak sekitar 50km dan karena statusnya yang berada di garis perjalanan utara Jawa atau yang lebih dikenal dengan nama "Pantura" memiliki tingkat kesibukan bisnis yang lebih besar di bandingkan kota Pekalongan.

Pekalongan

Kota Pekalongan berada di sebelah barat dari Propinsi Jawa Tengah dan berdampingan dengan Kota Tegal. Kota ini terkenal sebagai kota nelayan dan juga kota batik. Kain dan pakaian batik Pekalongan terkenal hingga ke segenap penjuru nusantara, bahkan kini dengan adanya kemajuan teknologi Batik Pekalongan sudah mulai mendunia.
Perjalanan darat dari Semarang ke Pekalongan memakan waktu kurang lebih 2 s.d 3 jam.
Sebagaimana kota-kota yang berada tidak jauh dari laut, maka udara di Pekalongan juga terasa cukup panas.
Beberapa tempat wisata dapat kita singgahi di sekitar Pekalongan seperti Guci yang merupakan kawasan pegunungan di selatan Pekalongan.

Purwokerto

Purwokerto merupakan sebuah kota wisata di Propinsi Jawa Tengah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tempatnya yang berada di area pegunungan Batur menjadikan Kota Purwokerto terasa dingin, sejuk dan nyaman untuk ditinggali.
Untuk mencapai kota purwokerto dari Semarang membutuhkan waktu hampir 5 jam perjalanan darat melalui kota-kota kecil seperti Ungaran, Temanggung dan Banjarnegara.Sementara itu jika kita awali perjalanan dari Jogjakarta melalui Purworejo, Gombong dan Kebumen, maka kita akan dapat mencapainya setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam.
Kota Purwokerto juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi. Universitas Jendral Sudirman (Unsud) adalah salah satunya.

Solo

Kota Solo terletak di sebelah timur Yogyakarta dengan jarak sekitar 60 km. Kota ini merupakan kota terbesar ke-2 di Propinsi Jawa Tengah setelah Semarang. Yogyakarta, Solo dan Semarang sering dikenal dengan singkatan Joglosemar.
Sebagai kota besar ke-2, Solo dilengkapi dengan fasilitas transportasi yang mencukupi, mulai dari bus, kereta api hingga pesawat terbang.
Perjalanan darat ke Solo dari Jogja memakan waktu sekitar 1,5  s.d 2 jam tergantung tingkat kesibukan jalan. Sementara itu bila kita melakukan perjalanan darat dari Semarang ke Solo, maka akan memerlukan waktu sekitar 2 s.d 2,5 jam.
Kota Solo seperti Jogja juga masih menyimpan pesona budaya dengan adanya kasunanan yang sampai sekarang masih dipertahankan keberadaannya walaupun sang raja (sunan) tidak merangkap jabatan seperti di Jogjakarta.
Beberapa lokasi wisata menarik di Kota Solo selain area kasunanan adalah pasar klewer, benteng wisata, kali bengawan, dan lain-lain.
Waktu aku masih bertugas di Semarang, tidak jarang aku berkunjung ke Solo untuk keperluan tugas.
Pada tahun 2010, Solo hampir dibilang sudah tidak kukunjungi lagi untuk keperluan dinas. Namun begitu setiap minggu kereta api yang membawaku ke Surabaya selalu melewatinya. Aku berharap semoga aku dapat segera mengunjungi Solo lagi untuk keperluan tugas seperti dahulu kala.

Rabu, 14 Juli 2010

Banjarmasin

Banjarmasin adalah ibukota Propinsi Kalimantan Selatan yang berjarak sekitar 50 km dari bandar udara Banjar Baru. Perjalanan darat dari bandara hingga kota Banjarmasin ditempuh selama kurang lebih 30-45 menit.
Fasilitas akomodasi seperi transportasi darat, perhotelan, restoran tersedia mencukupi di Kota .Transportasi sungai juga masih bisa dinimkati karena masih merupakan alternatif media transportasi di kota ini. Salah satu hal yang menarik adalah adanya Pasar Apung, yaitu kegiatan jual beli yang dilakukan di sungai besar dengan menggunakan media penempatan barang jualan di atas perahu. Termasuk juga warung makan soto kalimantan, dan lainnya

Tidak jauh dari Banjarbaru terletaklah kota Martapura yang terkenal sebagai pusat tambang batu dan kerajinan masyarakat Kalimantan Selatan seperti kain, mandau, dan lain-lain.

Pesisir Selatan

Untuk mencapai kota Painan - ibukota Kabupaten Pesisir Selatan, kita dapat melakukan perjalanan dengan mobil dari Kota Padang ke arah selatan sekitar 1 hingga 2 jam. Keindahan saat memasuki Kota Painan adalah adanya pohon-pohon kelapa yang berjajar rapi dan jika ada angin akan terlihat goyangannya seperti pada lagu "nyiur melambai".
Sebagian wilayah Pesisir Selatan merupakan perbukitan. Penduduknya sebagian hidup sebagai petani, nelayan dan sebagian lainnya adalah para pekerja.
Dari kota Painan, kita dapat bergerak ke arah Padang atau Bukit Tinggi melalui jalur yang berbeda. Pemandangan dan keindahan danau akan dapat kita saksikan di sepanjang perjalanan tersebut.

Tanjung Batu

Kota Tanjung Batu berada di sebelah tengara Tanjung Pinang di selatan Tanjung Balai Karimun. Kota ini terletak di Pulau yang bernama Kundur.
Untuk mencapai kota ini kita dapat menggunakan feri dari Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun dan juga Batam. Perjalanan laut dari ketiga titik tersebut memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam.
Tanjung Batu cukup berkembang karena di situ juga terdapat satuan polisi air.
Kota Tanjung Batu terletak di pinggir lautan.

Dabo Singkep

Dabo Singkep adalah kota lama yang berada di kawasan pulau Singkep. Kota ini pada beberapa dekade tahun 1960-1970 berkembang cukup pesat karena adanya kekayaan alam yang berupa tambang batubara dan timah.
Kota ini dapat kita capai dengan menggunakan kapal feri dari Kota Tanjungpinang selama kurang lebih 3 jam perjalanan laut.
Seperti kebanyakan pulau-pulau yang ada di kawasan Kepulauan Riau, penduduk Dabo Singkep terdiri atas etnis melayu, china, padang dan jawa.
Kehidupan dan pemukiman sudah tidak lagi terkonsentrasi di tepian sungai/ selat atau laut, tapi sudah menyebar dan berkembang hingga ke tengah pulau walau tingkat kepadatannya masih rendah.
Sekitar tahun 1990-an kegiatan penambangan mulai berhenti. Hal ini mengakibatkan berbagai aktifitas dan keramaian kehidupan di Dabo Singkep ikut mengalami penyurutan.

Moro

Moro adalah sebuah pulau yang berada di antara Tanjung Pinang dan Tanjung Balai Karimun. Apabila kita melakukan perjalanan dengan speed boat atau feri dari Tanjung Pinang ke Tanjung Balai Karimun atau sebaliknya maka kita akan singgah sebentar di pulau ini.
Saya pernah mengunjungi pulau ini sekitar tahun 1994 ketika melakukan pembangunan proyek telekomunikasi untuk akses ke pelanggan dengan menggunakan perangkat radio plus kabel.
Masyarakat moro sebagian besar adalah nelayan yang tinggal di pinggiran laut/ selat yang ada di sekitar pulau ini. Kala itu aku tinggal di Moro bersama beberapa orang tenaga kerja untuk kurun waktu kurang lebih 2 minggu hingga 1 bulan.
Moro masih merupakan bagian dari wilayah Kepulauan Riau dari dulu hingga sekarang.

Selasa, 13 Juli 2010

Tanjung Balai Karimun

Tanjung Balai Karimun merupakan sebuah kota yang terletak di Pulau Karimun - sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Batam. Untuk mencapai pulau ini kita dapat menempuh jalur laut (dari arah timur dengan feri dari Batam, Tanjungpinang; dari barat dengan feri dari Pekanbaru, Dumai dari selatan dengan feri dari Tanjung Batu, dari utara dengan feri dari Singapura, Malaysia).
Aku sering mengunjungi kota ini pada rentang waktu sekitar tahun 1994-2002 ketika masih berdinas di Tanjung Pinang dan Batam.
Tanjung Balai Karimun pada awal mulanya merupakan kota kecamatan yang menginduk ke Kabupaten Kepulauan Riau. Kini setelah Kepulauan Riau dimekarkan menjadi propinsi, maka Tanjung Balai Karimun juga berkembang menjadi Kabupaten.
Keistemewaan Tanjung Balai Karimun adalah karena di kota ini terdapat kantor wilayah bea cukai.

Tarempa

Tarempa adalah sebuah kota kecamatan yang ada di sekitar laut lepas china selatan. Untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh melalui jalur laut menggunakan kapal Pelni atau melalui jalur udara ke Pulau Matak dan dilanjutkan jalur laut dengan feri/ speed boat atau kapal nelayan.
Kunjunganku ke Tarempa pada tahun 1997 adalah melalui jalur udara dari Tanjungpinang dengan menggunakan pesawat jenis CS yang berawak sekitar 10 orang. Penerbangan ke Matak dari Tanjungpinang ditempuh sekitar 1 jam. Pesawat yang kami tumpangi terbang cukup rendah di atas lautan sehingga pemandangan indah selama perjalanan dan juga saat akan mendarat begitu jelas terlihat. Warna hijau laut dan keindahan pulau-pulau kecil begitu menyejukkan mata.
Dari Matak aku melanjutkan perjalanan ke Tarempa dengan menggunakan speedboat milik Bapak Camat Tarempa yang kebetulan juga akan menuju ke Tarempa sehabis rapat dengan Bupati Kepulauan Riau.
Naik speedboad melewati perairan laut lepas benar-benar beresiko besar. Speedboad yang hanya berisi 5 orang hampir saja tergoleng karena menerjang kayu yang kebetulan muncul di depan speed. Untunglah sang nahkoda bisa mengendalikannya sehingga kami dapat sampai di Tarempa dengan selamat.
Setelah selesai tugas di Tarempa aku kembali ke Matak dan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Jakarta Halim Perdana Kusuma dengan menggunakan pesawat milik perusahaan Conoco (perusahaan perminyakan yang beroperasi di Matak) .

Ranai

Aku mengunjungi Ranai sekitar tahun 1997 bersama seorang wartawan yang ditugaskan perusahaan dari Jakarta. Perjalanan ke Ranai kami lakukan melalui jalur udara dari Kota Tanjungpinang dengan pesawat foker 28 selama kurang lebih 1-2 jam.
Bandar udara yang ada di Ranai merupakan bandar udara militer dengan landasan yang tidak terlalu panjang tapi cukup untuk mendaratkan pesawat yang kami tumpangi.
Waktu itu Ranai masih merupakan ibukota kecamatan Natuna - sebuah pulau besar yang berada di ujung timur laut kabupaten Kepulauan Riau sekitar perairan lautan lepas china selatan serta berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat/ Malaysia Timur.
Ranai atau Natuna mencuat namanya karena rencana pengelolaan kandungan gas alam cair (LNG) yang sangat besar yang dikandung oleh perairan Natuna oleh perusahaan besar exxon mobil.
Kawasan darat Ranai masih banyak merupakan area hutan atau tanah bergambut. Pemukiman penduduk masih jarang.

Bekasi

Sebagai kota penyangga dari metropolitan Indonesia Jakarta, maka geliat kehidupan Bekasi begitu terasa. kesibukan lalu lintas sudah terasa dari situasi gelap di subuh hingga gelap di malam hari. Trafik lalu lalang kendaraan keluar masuk menuju dan dari Jakarta begitu meramaikan Kota Bekasi yang berada di sisi timur Jakarta.
Kedatanganku untuk sekedar tinggal dan bermalam di kota ini adalah sekitar tahun 1999 saat aku, ibu dan beberapa anggota keluarga terbatas mengantar saudara untuk melaksanakan pernikahan di Jakarta. Waktu itu aku masih berangkat dari Batam bersama istri dan anakku yang kira-kira berumur sekitar sembilan bulan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang.
Kami tinggal dan bermalam di rumah saudara istriku yang berada di Bekasi selama kurang lebih sehari semalam saja. Setelah slesai acara pernikahan, kami segera kembali ke Jogja melalui pantai utara Jawa dengan menggunakan mobil sederhana dengan waktu tempuh semalaman.

Senin, 12 Juli 2010

Bali

Kata Bali sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bukan saja orang Indonesia, tapi para pelancong dari luar negeripun tahu dan mengenal kata Bali. Bali merupakan sebuah pulau propinsi yang berada di sebelah timur pulau Jawa dan menjadi obyek wisata tingkat dunia karena keindahan wisata pantai, gunung dan berbagai obyek wisata Hindu.
Untuk mencapai pulau ini kita dapat menempuh melalui udara - karena di Bali tersedia bandara yang berskala internasional, maupun melalui jalan darat bercampur laut

Bukit Tinggi

Jam Gadang yang berarti jam yang besar, demikian salah satu maskot Kota Bukit Tinggi. Kota ini terletak di sebelah timur Kota Padang dan masih termasuk bagian dari Propinsi Sumatra Barat. Sesuai dengan namanya, kota ini berada di area perbukitan yang menjadi bagian dari bukit barisan - jejeran perbukitan yang ada di Pulau besar Sumatra.
Hawa dingin dan sejuk kota ini terasa di sekujur badan begitu kita sampai di sana. Pemandangan indah lembah dan ngarai di sekitar kota menjadikan Bukit Tinggi menjadi obyek wisata yang sangat menarik bagi para pecinta alam. "Ngarai Sianok" dengan gua japan dan berbagai obyek lainnya menghiasi kawasan kota Bukit Tinggi dan sekitarnya.
Obyek wisata di sekitar kota Bukit Tinggi yang dapat kita kunjungi antara lain adalah danau Singkarak, istana Pagaruyung, Pasar atas.
Untuk mencapai Bukit Tinggi kita harus menempuh jalan darat menggunakan bus atau mobil dari Padang atau Pekanbaru sekitar 3 jam

Tembilahan

Tembilahan merupakan ibukota Kabupaten Indragiri Hilir yang berada di sisi tenggara Pekanbaru. Untuk mencapai kota ini bisa ditempuh melalui jalur darat dari Pekanbaru. Aku sendiri saat melancong ke kota Tembilahan menempuh jalur laut menggunakan feri dari Pulau Batam kemudian menuju Tanjung Batu dan beberapa pulau kecil hingga akhirnya sampai di Kota Tembilahan.
Geografis daerah tembilahan dominan bergambut, agak berbeda dengan kota-kota lain yang ada di kawasan kawasan kepulauan seperti Batam, Tanjungpinang, Tanjung Balai Karimun. Dengan texture tanah seperti itu, maka pemukiman penduduk banyak yang masih menggunakan model panggung.
Untuk tinggal selama masa kunjungan, maka kita bisa memanfaatkan beberapa wisma, penginapan, motel hingga hotel yang berskala agak besar.

Dumai

Dumai merupakan pintu gerbang daratan Sumatra ataupun pintu gerbang kawasan kepulauan di timur Sumatra. Oleh karena itu sudah selayaknya apabila Dumai memiliki pelabuhan laut untuk sandar feri terminal dan juga terminal bus di sisi lainnya.
Tidak jauh dari Kota Dumai terdapat area pengeboran minyak bumi yang dikelola oleh PT Caltex.
Kala masih berdinas di Kepulauan Riau, dan ada tugas ke Medan, aku sering naik feri menuju Dumai dan selanjutnya naik bis menuju Medan. Demikian pula sebaliknya saat aku harus kembali ke Kepulauan Riau setelah masa tugas usai.
Secara hirarki pemerintahan, Dumai masih termasuk wilayah Propinsi Riau

Pekanbaru

Keramaian kota Pekanbaru sebagai ibukota Propinsi Riau setara dengan kota-kota ibukota yang ada di Sumatra seperti Padang.
Pekanbaru berada di tengah-tengah Pulau Sumatra yang terbentang dari Aceh hingga Bandar Lampung. Untuk mencapai Kota Pekanbaru dapat ditempuh melalui perjalanan udara, darat dan juga laut/ sungai yang semuanya sudah pernah saya tempuh. Menaiki pesawat terbang dari Padang atau Batam, jalan darat dari Dumai, Medan, Padang serta melalui laut/ sungai dari Batam.
Hal yang menarik saat mengunjungi Pekanbaru dari arah barat melalui jalur darat adalah adanya kelok sembilan - jalan berkelok-kelok di perbukitan sebelum Kota Pekanbaru. Sementara untuk jalur sungai adalah pemandangan yang menarik dari Sungai besar yang membelah bagian tengah Pulau Sumatra.
Saya beberapa kali ke Pekanbaru untuk acara rapat yang digelar oleh perusahaan tempat saya bekerja selain juga untuk keperluan refreshing atau sekedar lewat karena akan menuju kota lain setelah Pekanbaru.