Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 23 Juni 2010

Kecamatan Piyungan

Kecamatan Piyungan termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi timur laut Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 27 km dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman dan Kodya Yogyakarta.

Kecatamatan piyungan memiliki luas wilayah 3,254 Ha dan terdiri atas 3 Desa/ Kalurahan yaitu 60 pedukuhan dan 320 RT :
  • Sitimulyo : memiliki luas wilayah 9,4 km2 dan terdiri atas 21 pedukuhan 104 RT 3,602 KK dan 13,025 jiwa
  • Srimulyo :memiliki luas wilayah 14,56 km2 dan terdiri atas 22 pedukuhan 118 RT 5,623 KK dan 14,058 jiwa
  • Srimartani: memiliki luas wilayah 8,58 km2 dan terdiri atas 17 pedukuhan 98 RT 2,797 KK dan 11,839 jiwa
Kecamatan Piyungan berpenduduk sekitar 39,206 jiwa yang tergabung dalam 12,301 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Piyungan :

Kecamatan Sewon

Kecamatan Sewon termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi utara Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 9 km dan berbatasan langsung dengan  Kodya Yogyakarta.

Kecatamatan Sewon memiliki luas wilayah 2,716 Ha dan terdiri atas 4 Desa/ Kalurahan yaitu 63 pedukuhan dan 446 RT :
  • Pendowoharjo : memiliki luas wilayah 15,43 km2 dan terdiri atas 16 pedukuhan 91 RT 4,781 KK dan 18,378 jiwa
  • Timbulharjo :memiliki luas wilayah 5,13 km2 dan terdiri atas 16 pedukuhan 122 RT 6,867 KK dan 16,718 jiwa
  • Bangunharjo: memiliki luas wilayah 6,72 km2 dan terdiri atas 17 pedukuhan 126 RT 7,249 KK dan 18,723 jiwa
  • Panggungharjo: memiliki luas wilayah 5,10 km2 dan terdiri atas 14 pedukuhan 107 RT 7,729 KK dan 25,505 jiwa
Kecamatan Sewon berpenduduk sekitar 79,324 jiwa yang tergabung dalam 26,626 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Sewon :

Kecamatan Pleret

Kecamatan Pleret termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi timur laut Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 15 km.

Kecatamatan Pleret memiliki luas wilayah 2,297 Ha dan terdiri atas 5 Desa/ Kalurahan yaitu 47 pedukuhan dan 262 RT :
  • Wonokromo : memiliki luas wilayah 4,34 km2 dan terdiri atas 12 pedukuhan 70 RT
  • Pleret :memiliki luas wilayah 4,25 km2 dan terdiri atas 12 pedukuhan 78 RT
  • Segoroyoso : memiliki luas wilayah 4,87 km2 dan terdiri atas 9 pedukuhan 43 RT
  • Bawuran : memiliki luas wilayah 4,94 km2 dan terdiri atas 7 pedukuhan 35 RT
  • Wonolelo : memiliki luas wilayah 4,54 km2 dan terdiri atas 8 pedukuhan 36 RT
Kecamatan Pleret berpenduduk sekitar 34,260 jiwa yang tergabung dalam 12,902 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Pleret :

Kecamatan Banguntapan

Kecamatan Banguntapan termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi timur laut Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 19 km dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman dan Kodya Yogyakarta.

Kecatamatan Banguntapan memiliki luas wilayah 2,848 Ha dan terdiri atas 8 Desa/ Kalurahan yaitu 57 pedukuhan dan 535 RT :
  • Tamanan : memiliki luas wilayah 3,75 km2 dan terdiri atas 9 pedukuhan 48 RT
  • Jagalan :memiliki luas wilayah 0,27 km2 dan terdiri atas 2 pedukuhan 25 RT
  • Singosaren : memiliki luas wilayah 0,67 km2 dan terdiri atas 3 pedukuhan 19 RT
  • Wirokerten : memiliki luas wilayah 3,86 km2 dan terdiri atas 8 pedukuhan 57 RT
  • Jambidan : memiliki luas wilayah 3,76 km2 dan terdiri atas 7 pedukuhan 53 RT
  • Potorono :memiliki luas wilayah 3,9 km2 dan terdiri atas 9 pedukuhan 49 RT
  • Baturetno: memiliki luas wilayah 3,94 km2 dan terdiri atas 8 pedukuhan 91 RT
  • Banguntapan: memiliki luas wilayah 8,33 km2 dan terdiri atas 11 pedukuhan 193 RT
Kecamatan Banguntapan berpenduduk sekitar 88,236 jiwa yang tergabung dalam 22,798 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Banguntapan :

Kecamatan Dlingo

Kecamatan Dlingo termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi utara Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 7 km dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman dan Kodya Yogyakarta.

 

Kecatamatan Dlingo memiliki luas wilayah 3,238 Ha dan terdiri atas 6 Desa/ Kalurahan yaitu 58 pedukuhan dan 301 RT :
  • Mangunan : memiliki luas wilayah 9,52 km2 dan terdiri atas 6 pedukuhan 41 RT 1,435 KK dan 4,468 jiwa
  • Muntuk :memiliki luas wilayah 12,85 km2 dan terdiri atas 11 pedukuhan 60 RT 1,292 KKdan 8,173 jiwa
  • Dlingo : memiliki luas wilayah 9,16 km2 dan terdiri atas 10 pedukuhan 46 RT 2,162 KK dan 5,893 jiwa
  • Temuwuh: memiliki luas wilayah 7,67 km2 dan terdiri atas 12 pedukuhan 62 RT 1,759 KK dan 6,758 jiwa
  • Jatimulyo :memiliki luas wilayah 8,91 km2 dan terdiri atas 10 pedukuhan 52 RT 1,552 KK dan 7,098 jiwa 
  • Terong : memiliki luas wilayah 7,76 km2 dan terdiri atas 9 pedukuhan 40 RT 1,737 KK dan 5,704 jiwa

Kecamatan Dlingo berpenduduk sekitar 38,209 jiwa yang tergabung dalam 9,962 kepala keluarga.

 
Lokasi wisata di Kecamatan Dlingo :

Kecamatan Imogiri

Kecamatan Imogiri termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi timur Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 11 km dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul.


Kecatamatan Imogiri memiliki luas wilayah 5,449 Ha dan terdiri atas 8 Desa/ Kalurahan yaitu 72 pedukuhan dan 425 RT :
  • Selopamioro : memiliki luas wilayah 22,75 km2 dan terdiri atas 18 pedukuhan 107 RT 4,211 KK dan 13,726 jiwa
  • Sriharjo :memiliki luas wilayah 6,32 km2 dan terdiri atas 13 pedukuhan 62 RT 2,401 KK dan 9,754 jiwa
  • Kebonagung : memiliki luas wilayah 1,87 km2 dan terdiri atas 5 pedukuhan 23 RT 1,363 KK dan 3,340 jiwa
  • Karangtengah : memiliki luas wilayah 2,88 km2 dan terdiri atas 6 pedukuhan 41 RT 1,327 KK dan 5,044 jiwa
  • Girirejo : memiliki luas wilayah 3,24 km2 dan terdiri atas 5 pedukuhan 46 RT 912 KK dan 4,583 jiwa
  • Karangtalun :memiliki luas wilayah 1,21 km2 dan terdiri atas 5 pedukuhan 23 RT 973 KK dan 2,900 jiwa
  • Imogiri : memiliki luas wilayah 0,83 km2 dan terdiri atas 4 pedukuhan 31 RT  985 KK dan 3,819 jiwa
  • Wukirsari : memiliki luas wilayah 15,89 km2 dan terdiri atas 16 pedukuhan 92 RT 4,212 KK dan 15,316 jiwa
Kecamatan Imogiri berpenduduk sekitar 58,744 jiwa yang tergabung dalam 16,528 kepala keluarga.

 
Lokasi wisata di Kecamatan Imogiri :
  • Gua Cereme
  • Pemakaman raja-raja kraton ngayojakarto

Kecamatan Bambanglipuro

Kecamatan Bambanglipuro termasuk salah satu kecamatan yang berada di pertengahan Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 9 km.

Kecatamatan Bambanglipuro memiliki luas wilayah 2,270 Ha dan terdiri atas 3 Desa/ Kalurahan yaitu 45 pedukuhan dan 295 RT :
  • Sidomulyo : memiliki luas wilayah 8,05 km2 dan terdiri atas 15 pedukuhan 100 RT 3,704 KK dan 14,692 jiwa
  • Mulyodadi :memiliki luas wilayah 6,45 km2 dan terdiri atas 14 pedukuhan 85 RT 3,316 KK dan 12,015 jiwa
  • Sumbermulyo : memiliki luas wilayah 8,20 km2 dan terdiri atas 16 pedukuhan 110 RT 4,275 KK dan 17,223 jiwa
Kecamatan Bambanglipuroberpenduduk sekitar 44,174 jiwa yang tergabung dalam 11,484 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Bambanglipuro:

Kecamatan Jetis

Kecamatan Jetis termasuk salah satu kecamatan yang berada di pertengahan Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 7 km.


 
Kecatamatan Jetis memiliki luas wilayah 2,447 Ha dan terdiri atas 4 Desa/ Kalurahan yaitu 64 pedukuhan dan 369 RT :
  • Patalan : memiliki luas wilayah 5,65 km2 dan terdiri atas 20 pedukuhan 88 RT 3,369 KK dan 11,677 jiwa
  • Canden :memiliki luas wilayah 5,36 km2 dan terdiri atas 15 pedukuhan 76 RT 3,365 KK dan 10,248 jiwa
  • Sumberagung : memiliki luas wilayah 6,35 km2 dan terdiri atas 17 pedukuhan 86 RT 4,281 KK dan 13,274 jiwa
  • Tirtomulyo : memiliki luas wilayah 7,11 km2 dan terdiri atas 12 pedukuhan 119 RT 4,950 KK dan 15,884 jiwa

 Kecamatan Jetis berpenduduk sekitar 51,398 jiwa yang tergabung dalam 16,272 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Jetis :

Kecamatan Pundong

Kecamatan Pundong termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi tenggara Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 9 km dan sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul.


Kecatamatan Pundong  memiliki luas wilayah 2,368 Ha dan terdiri atas 3 Desa/ Kalurahan yaitu 49 pedukuhan dan 250 RT :
  • Seloharjo : memiliki luas wilayah 11,10 km2 dan terdiri atas 16 pedukuhan 73 RT 2,727 KK dan 10,121 jiwa
  • Panjangrejo :memiliki luas wilayah 5,71 km2 dan terdiri atas 16 pedukuhan 75 RT 2,131 KK dan 10,188 jiwa
  • Srihardono : memiliki luas wilayah 6,87 km2 dan terdiri atas 17 pedukuhan 102 RT 2,527 KK dan 12,244 jiwa
Kecamatan Pundong berpenduduk sekitar 36,218 jiwa yang tergabung dalam 7,413 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Pundong :
  • Pegunungan selatan

Kecamatan Sedayu

Kecamatan Sedayu termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi barat laut Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 21 km dan sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulonprogo dan sebagian lainnya berbatasan dengan Kabupaten Sleman.

Kecatamatan Sedayu memiliki luas wilayah 3,436 Ha dan terdiri atas 4 Desa/ Kalurahan yaitu 54 pedukuhan dan 335 RT :
  • Argodadi : memiliki luas wilayah 11,21 km2 dan terdiri atas 14 pedukuhan 99 RT 2,415 KK dan 11,539 jiwa
  • Argorejo :memiliki luas wilayah 7,23 km2 dan terdiri atas 13 pedukuhan 69 RT 2,115 KK dan 11,323 jiwa
  • Argosari : memiliki luas wilayah 6,37 km2 dan terdiri atas 13 pedukuhan 60 RT 2,263 KK dan 8,834 jiwa
  • Argomulyo : memiliki luas wilayah 9,55 km2 dan terdiri atas 14 pedukuhan 107 RT 3,239 KK dan 14,014 jiwa
Kecamatan Sedayu berpenduduk sekitar 46,163 jiwa yang tergabung dalam 10,142 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Sedayu :

  • Desa agro wisata

Kecamatan Pajangan

Kecamatan Pajangan termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi barat Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 8 km dan sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulonprogo.

Kecatamatan Pajangan memiliki luas wilayah 3,325 Ha dan terdiri atas 3 Desa/ Kalurahan yaitu 55 pedukuhan dan 269 RT :
  • Triwidadi : memiliki luas wilayah 12,71 km2 dan terdiri atas 22 pedukuhan 106 RT 2,545 KK dan 10,776 jiwa
  • Guwosari :memiliki luas wilayah 11,76 km2 dan terdiri atas 18 pedukuhan 90 RT 2,629 KK dan 10,671 jiwa
  • Sendangsari : memiliki luas wilayah 8,78 km2 dan terdiri atas 15 pedukuhan 73 RT 2,659 KK dan 10,178 jiwa
Kecamatan Pajangan berpenduduk sekitar 31,826 jiwa yang tergabung dalam 7,879 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Pajangan :
  • Desa wisata "krebet"
  • Rumah tahanan pajangan
  • Pegunungan pajangan
  • Gua Selarong

Selasa, 22 Juni 2010

Kecamatan Pandak

Kecamatan Pandak termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi barat Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 5 km dan sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulonprogo.

Kecatamatan Pandak memiliki luas wilayah 23,16 km2 dan terdiri atas 4 Desa/ Kalurahan yaitu 49 pedukuhan dan 282 RT :

  • Caturharjo : memiliki luas wilayah 5,93 km2 dan terdiri atas 14 pedukuhan 77 RT 2,746 KK dan 11,720 jiwa  
  • Triharjo :memiliki luas wilayah 6,43 km2 dan terdiri atas 10 pedukuhan 62 RT 2,819 KK dan 10,840 jiwa
  • Gilangharjo : memiliki luas wilayah 7,26 km2 dan terdiri atas 15 pedukuhan 91 RT 4,263 KK dan 15,910 jiwa
  • Wijirejo : memiliki luas wilayah 4,68 km2 dan terdiri atas 10 pedukuhan 52 RT 2,554 KK dan 10,750 jiwa
Kecamatan Pandak berpenduduk sekitar 49,220 jiwa yang tergabung dalam 12,382 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Pandak :

  • Pemakaman Gunung Sepikul

Kecamatan Sanden

Kecamatan Sanden termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi selatan Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 7 km dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman dan Kodya Yogyakarta.

Kecatamatan Sanden memiliki luas wilayah 23,16 km2 dan terdiri atas 4 Desa/ Kalurahan yaitu 62 pedukuhan dan 270 RT :

  • Gadingsari : memiliki luas wilayah 8,12 km2 dan terdiri atas 18 pedukuhan 91 RT 4,436 KK dan 11,522 jiwa
  • Gadingharjo :memiliki luas wilayah 3,08 km2 dan terdiri atas 6 pedukuhan 24 RT 1,223 KK dan 3673 jiwa
  • Srigading : memiliki luas wilayah 7,57 km2 dan terdiri atas 20 pedukuhan 80 RT 2,340 KK dan 10,090 jiwa
  • Murtigading : memiliki luas wilayah 3,49 km2 dan terdiri atas 18 pedukuhan 75 RT 2,346 KK dan 9,067 jiwa
Kecamatan Sanden berpenduduk sekitar 34,352 jiwa yang tergabung dalam 10,345 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Sanden :

  • Pantai Samas
  • Pantai Patean

Kecamatan Kretek

Kecamatan Kretek termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi selatan Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 15 km dan berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia di sebelah selatan dan Kabupaten Gunung Kidul di sebelah timur.

Kecatamatan Kretek memiliki luas wilayah 2,677 Ha dan terdiri atas 5 Desa/ Kalurahan yaitu 52 pedukuhan dan 258 RT :

  • Tirtohargo : memiliki luas wilayah 3,62 km2 dan terdiri atas 6 pedukuhan 27 RT 762 KK dan 2,924 jiwa
  • Parangtritis : memiliki luas wilayah 11,87 km2 dan terdiri atas 11 pedukuhan 55 RT 1,990 KK dan 7,316 jiwa
  • Donotirto : memiliki luas wilayah 4,7 km2 dan terdiri atas 13 pedukuhan 68 RT 2,467 KK dan 9,399 jiwa
  • Tirtosari : memiliki luas wilayah 2,39 km2 dan terdiri atas 7 pedukuhan 42 RT 1,154 KK dan 4,794 jiwa
  • Tirtomulyo : memiliki luas wilayah 4,19 km2 dan terdiri atas 15 pedukuhan 66 RT 1,754 KK dan 7,271 jiwa
Kecamatan Kretek berpenduduk sekitar 31,809 jiwa yang tergabung dalam 8,173 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Kretek :

  • Pantai Parangtritis : pantai pasir putih Samudra Indonesia
  • Pegunungan : sebagai batas wilayah dengan Kabupaten Gunung Kidul

Senin, 21 Juni 2010

Kecamatan Kasihan

Kecamatan Kasihan termasuk salah satu kecamatan yang berada di sisi utara Kabupaten Bantul dengan jarak sekitar 7 km dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman dan Kodya Yogyakarta.

Kecatamatan Kasihan memiliki luas wilayah 3,238 Ha dan terdiri atas 4 Desa/ Kalurahan yaitu 53 pedukuhan dan 448 RT :
  • Bangunjiwo : memiliki luas wilayah 15,43 km2 dan terdiri atas 19 pedukuhan 136 RT
  • Tirtonirmolo :memiliki luas wilayah 5,13 km2 dan terdiri atas 12 pedukuhan 102 RT
  • Tamantirto: memiliki luas wilayah 6,72 km2 dan terdiri atas 10 pedukuhan 85 RT
  • Ngestiharjo: memiliki luas wilayah 5,10 km2 dan terdiri atas 12 pedukuhan 125 RT
Kecamatan Kasihan berpenduduk sekitar 85,434 jiwa yang tergabung dalam 24,782 kepala keluarga.

Lokasi wisata di Kecamatan Kasihan :
Kampus terpadu UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Kamis, 10 Juni 2010

Peta Bantul

Kecamatan Bantul

Bantul adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kecamatan Bantul memiliki luas wilayah 21,95 km2 dan terdiri atas 5 Desa/ Kalurahan 50 pedukuhan dan 361 RT :
  • Palbapang : berada di sisi selatan kecamatan Bantul dengan luas wilayah 5,52 km2 dan terdiri dari 10 pedukuhan, 81 RT
  • Trirenggo : berada di sebelah timur Bantul dengan luas wilayah 6,10 km2 dan terdiri dari  17 pedukuhan, 109 RT
  • Bantul : berada di pusat kecamatan Bantul dengan luas wilayah 5,24 km2dan terdiri dari 12 pedukuhan 92 RT
  • Sabdodadi : berada di sebelah utara Bantul dengan luas wilayah 2,32 km2dan terdiri dari 5 pedukuhan 36 RT
  • Ringinharjo : berada di sisi barat kecamatan Bantul dengan luas wilayah 2,77 km2dan terdiri dari 6 pedukuhan 43 RT
Kecamatan Bantul berada di pusat kota Kabupaten Bantul dengan jumlah kepala keluarga sekitar 15,866 dam penduduk sebanyak 61,277.

Kecamatan Bantul merupakan pusat aktifitas bisnis dan pemerintahan di Kabupaten Bantul. Di kecamatan ini terletak perkantoran (Pemerintah Kabupaten), Polresta, Pos, perbankan (BNI, BRI, Mandiri, Bank Pasar), pertokoan, pasar tradisional, dll.

Tempat wisata di Kecamatan Bantul antara lain :
Masjid agung manunggal Bantul : berada di pusat kota Bantul
Kolam renang taman tirto : berada di sebelah timur masjid agung manunggal Bantul
Jembatan Sinden : berada di sebelah barat kecamatan Bantul dan merupakan penghubung dengan kecamatan Pajangan
Alun-alun paseban : merupakan lapangan rumput terbuka di tengah kota Bantul

Senin, 07 Juni 2010

Kecamatan Srandakan

Srandakan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia yang bersebelahan dengan Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia di sisi baratnya dan Laut Indonesia di sisi selatannya.
Kecamatan Srandakan berada pada sisi barat daya kota Bantul dengan jarak sekitar 10km
Kecamatan Srandakan terdiri atas 2 kalurahan 43 pedukuhan dan 255 RT. Jumlah kepala keluarga sebanyak 8,943 dengan penduduk sekitar 31,012 jiwa
Kalurahan Trimurti Sebuah desa yang mayoritas pendudukya pedagang dan industri kecil seperti industri tempe, bakpia, tahu dll. Mie letek atau mie jawa juga tidak ketinggalan karena mie tersebut sudah dikenal dengan nama Mie Bendo asli produksi dusun Bendo Trimurti Srandakan.
Luas wilayahnya sekitar 6,46 km2
Terdiri atas 19 pedukuhan dan 135 RT

Kalurahan Poncosari Sebuah desa yang penduduknya bekerja di sektor Pertanian dan Peternakan, kelurahan Poncosari merupakan penghasil Padi dan Palawija antara lain : Bawang, Cabe, Jagung dll. Hasil Peternakannya meliputi : Sapi, Ayam, Kambing dll. Kelompok pengembangan peternakannya terpadu terletak di lahan pantai Pandansimo, hasil sampingan dari peternakan tersebut adalah pupuk kompos ramah lingkungan.
Luas wilayahnya sekitar 11,86 km2
Terdiri atas 24 pedukuhan dan 120 RT


Tempat Wisata

Bendungan Bendo : berada di sebelah utara jembatan Srandakan dengan tujuan untuk memecah aliran sungai Progo agar bisa digunakan sebagai sarana pengairan persawahan di Kulon Progo. melalui dinding bendungan Bendo masyarakat Bantul juga dimungkinkan untuk menyeberang ke Kulon Progo secara berjalan kaki.

Jembatan Srandakan : merupakan jembatan yang melintasi Sungai Progo dan berperan sebagai penghubung antara Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Kulon Progo di sisi barat daya. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 600 meter dan merupakan jembatan terpanjang di DIY Jawa Tengah. Jembatan Srandakan terdiri dari 2 jembatan, yaitu jembatan lama yang dibangun pada jaman penjajahan Belanda dengan kelebaran sekitar 5 meter dan jembatan baru yang dibangun pada tahun 2000-an dengan lebar sekitar 10 meter.

Pantai-pantai di Kecamatan Srandakan :
Pantai Pandan Simo : merupakan pantai yang berada di tepian muara Sungai Progo
Pantai Kuwaru : berada pada tepi pantai Lautan Indonesia sebelah timur pantai Pandan Simo

Tentang Kabupaten Bantul

Bantul memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai kota perjuangan dan sejarah perjuangan Indonesia pada umumnya. Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan. Antara lain, perlawanan Pangeran Mangkubumi di Ambar Ketawang dan upaya pertahanan Sultan Agung di Pleret. Perjuangan Pangeran Diponegoro di Selarong. Kisah perjuangan pioner penerbangan Indonesia yaitu Adisucipto, pesawat yang ditumpanginya jatuh ditembak Belanda di Desa Ngoto. Sebuah peristiwa yang penting dicatat adalah Perang Gerilya melawan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman (1948) yang banyak bergerak di sekitar wilayah Bantul. Wilayah ini pula yang menjadi basis, "Serangan Oemoem 1 Maret" (1949) yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Tolok awal pembentukan wilayah Kabupaten Bantul adalah perjuangan gigih Pangeran Diponegoro melawan penjajah bermarkas di Selarong sejak tahun 1825 hingga 1830. Seusai meredam perjuangan Diponegoro, Pemeritah Hindia Belanda kemudian membentuk komisi khusus untuk menangani daerah Vortenlanden yang antara lain bertugas menangani pemerintahan daerah Mataram, Pajang, Sokawati, dan Gunung Kidul. Kontrak kasunanan Surakarta dengan Yogyakarta dilakukan baik hal pembagian wilayah maupun pembayaran ongkos perang, penyerahan pemimpin pemberontak, dan pembentukan wilayah administratif.
Tanggal 26 dan 31 Maret 1831 Pemerintah Hindia Belanda dan Sultan Yogyakarta mengadakan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah administratif baru dalam Kasultanan disertai penetapan jabatan kepala wilayahnya. Saat itu Kasultanan Yogyakarta dibagi menjadi tiga kabupaten yaitu Bantulkarang untuk kawasan selatan, Denggung untuk kawasan utara, dan Kalasan untuk kawasan timur. Menindaklanjuti pembagian wilayah baru Kasultanan Yogyakarta, tanggal 20 Juli 1831 atau Rabu Kliwon 10 sapar tahun Dal 1759 (Jawa) secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang sebelumnya di kenal bernama Bantulkarang. Seorang Nayaka Kasultanan Yogyakarata bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro kemudian dipercaya Sri Sultan Hamengkubuwono V untuk memangku jabatan sebagai Bupati Bantul.
Tanggal 20 Juli ini lah yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Bantul. Selain itu tanggal 20 Juli tersebut juga memiliki nilai simbol kepahlawanan dan kekeramatan bagi masyarakat Bantul mengingat Perang Diponegoro dikobarkan tanggal 20 Juli 1825.Pada masa pendudukan Jepang, pemerintahan berdasarkan pada Usamu Seirei nomor 13 sedangakan stadsgemente ordonantie dihapus. Kabupaten Memiliki hak mengelola rumah tangga sendiri (otonom).
Kemudian setelah kemerdekaan, pemerintahan ditangani oleh Komite Nasional Daerah untuk melaksanakan UU No 1 tahun 1945. Tetapi di Yogyakarta dan Surakarta undang-undang tersebut tidak diberlakukan hingga dikeluarkannya UU Pokok Pemerintah Daerah No 22 tahun 1948. dan selanjutnya mengacu UU Nomor 15 tahun 1950 yang isinya pembentukan Pemerintahan Daerah Otonom di seluruh Indonesia.

KEADAAN ALAM
Kabupaten Bantul terletak di sebelah Selatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, berbatasan dengan :
  • Sebelah Utara: Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman
  • Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
  • Sebelah Timur : Kabupaten Gunung Kidul
  • Sebelah Barat: Kabupaten Kulon Progo
Kabupaten Bantul terletak antara 07° 44' 04" - 08° 00' 27" Lintang Selatan dan 110° 12' 34" - 110° 31' 08" Bujur Timur.
Luas wilayah Kabupaten Bantul 508,85 Km2 (15,90 5 dari Luas wilayah Propinsi DIY) dengan topografi sebagai dataran rendah 140% dan lebih dari separonya (60%) daerah perbukitan yang kurang subur, secara garis besar terdiri dari :
  • Bagian Barat, adalah daerah landai yang kurang serta perbukitan yang membujur dari Utara ke Selatan seluas 89,86 km2 (17,73 % dari seluruh wilayah).
  • Bagian Tengah, adalah daerah datar dan landai merupakan daerah pertanian yang subur seluas 210.94 km2 (41,62 %).
  • Bagian Timur, adalah daerah yang landai, miring dan terjal yang keadaannya masih lebih baik dari daerah bagian Barat, seluas 206,05 km2 (40,65%).
  • Bagian Selatan, adalah sebenarnya merupakan bagian dari daerah bagian Tengah dengan keadaan alamnya yang berpasir dan sedikir berlagun, terbentang di Pantai Selatan dari Kecamatan Srandakan, Sanden dan Kretek.
Tata Guna Lahan :
  • Pekarangan : 18.327,15 Ha (36,16 %)
  • Sawah : 16.823,84 Ha (33,19 %)
  • Tegalan : 7.554,45 Ha (14,90 %)
  • Tanah Hutan : 1.697,80 Ha ( 3,35 %) 
Kabupaten Bantul dialiri 6 Sungai yang mengalir sepanjang tahun dengan panjang 114 km2. Yaitu :
  • Sungai Oyo : 35,75 km
  • Sungai Opak : 19,00 km
  • Sungai Code : 7,00 km
  • Sungai Winongo : 18,75 km
  • Sungai Bedog : 9,50 km
  • Sungai Progo : 24,00 km
PEMERINTAHAN

Terdiri dari 17 Kecamatan, 75 Desa, 933 Dusun.
  • Bambanglipuro
  • Banguntapan
  • Bantul
  • Dlingo
  • Imogiri
  • Jetis
  • Kasihan
  • Kretek
  • Pajangan
  • Pandak
  • Piyungan
  • Pleret
  • Pundong
  • Sanden
  • Sedayu
  • Sewon
  • Srandakan

SEMBOYAN : PROJOTAMANSARI

  • PRODUKTIF - PROFESIONAL : Dalam Arti Bahwa Semua Potensi Daerah Baik Sumber Daya Alam Maupun Sumber Daya Manusianya Dapat Berproduksi Sehingga Mampu Memberikan Andil Terhadap Pembangunan Daerah, Juga Harus Profesional Dalam Arti Kata Penekanan Kepada Setiap Warganya Dari Berbagai Profesi, Agar Mereka Betul-Betul Matang Dan Ahli Dibidangnya Masing-Masing. Tolak Ukur Profesionalisme Ini Dapat Dilihat Dari Kualitas Hasil Kerjanya Dihadapkan Dengan Efisien Penggunaan Dana, Sarana, Tenaga Serta Waktu Yang Diperlukan.
  • IJO ROYO-ROYO : Dalam Arti Tidak Ada Sejengkal Tanah pun Yang Ditelantarkan Sehingga Baik Di Musim Hujan Maupun Di Musim Kemarau Di Manapun Akan Tampak Suasana Yang Rindang, Perlu Diingatkan Kepada Masyarakat Bantul Bahwa Bagaimanapun Bantul Tumbuh Terlebih Dahulu Sebagai Kawasan Agronomi Yang Tangguh Dalam Rangka Mendukung Tumbuh Berkembangnya Sektor Industri Yang Kuat Di Masa Mendatang.
  • TERTIB : Dalam Arti Bahwa Setiap Warga Secara Sadar Menggunakan Hak Dan Kewajibannya Dengan Sebaik-Baiknya Sehingga Terwujud Kehidupan Pemerintahan Dan Kemasyarakatan Yang Tertin Semuanya Secara Pasti, Berpedoman Pada Sistem Ketentuan Hukum / Perundang-Undangan Yang Esensial Untuk Terciptanya Disiplin Nasional.
  • AMAN : Dalam Arti Bahwa Terwujudnya Tertib Pemerintahan Dan Tertib Kemasyarakatan Akan Sangat Membantu Terwujudnya Keamanan Dan Ketentraman Masyarakat, Kondisi Aman Ini Perlu Ditunjang Demi Terpeliharanya Stabilitas Daerah.
  • SEHAT : Dalam Arti Bahwa Tertibnya Lingkungan Hidup Yang Akan Dapat Menjamin Kesehatan Jasmani Dan Rokhani Bagi Masyarakat/Manusia Yang Menghuninya.
  • ASRI : Dalam Arti Bahwa Upaya Pengaturan Tata Ruang Di Desa Dan Di Kota Dapat Serasi, Selaras Dan Seimbang Dengan Kegiatan-Kegiatan Manusia Yang Menghuninya Sehingga Akan Menumbuhkan Perasaan Kerasan, Asri Tidak Harus Mewah Tetapi Lebih Cenderung Pemanfaatan Potensi Lingkungan Yang Bersandar Pada Kreatifitas Manusiawi
KEPENDUDUKAN

Hasil Registrasi Peduduk Awal Tahun 2002 :
Total Penduduk (Jiwa) 789.745
  • Laki-Laki (Jiwa) 386.777 = 48,97 % 
  • Perempuan (Jiwa) 402.968 = 51,03 %
  • Penduduk Dewasa (Jiwa) 603.839 = 76,46 %
  • Penduduk Anak-Anak (Jiwa) 185.906 = 23,54 %
Kepala Keluarga (KK) 196.212
Kepadatan Penduduk (Jiwa/km2) 1.558